|
Putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di ajang olimpiade Astronomi Tingkat Asia-Pasifik ke-VI. Pada Olimpiade Astronomi Tingkat Asia-Pasifik ke–VI yang diselenggarakan di Tolikara, ,“Negeri diatas awan”, Tim Indonesia untuk APAO berhasil meraih 1 (satu) medali emas, 2 (dua) medali perak, 7(tujuh) medali perunggu sekaligus memperoleh 3 (tiga) predikat “Best Observational” dan “Best Host Territory”. Putra-putri dari Papua sendiri juga turut menyumbang terhadap prestasi tersebut, yaitu dengan diraihnya tiga medali perunggu dan satu predikat “Best Host Territory”.
Tahun ini nilai tertinggi dengan predikat “Best Result” dalam APAO diraih oleh Korea Selatan. APAO tahun ini diikuti oleh 9 tim dari 9 negara peserta. Selain Indonesia, negara peserta yang ikut berpartisipasi Rusia, Korea Selatan, Kazakhstan, Cambodia, China, Bangladesh, Nepal dan Kyrgyztan. Untuk tahun ini Kyrgyztan hanya mengirimkan tim observer saja. Peserta Indonesia terbagi dalam 2 tim (Tim A dan Tim B; selaku tuan rumah, Indonesia berhak menurunkan dua tim: tim nasional dan tim lokal dari Tolikara) dan seluruh peserta terbagi dalam 2 kategori, yaitu Junior (secondary school atau SMP) dan Senior (high school atau SMA). Seluruh anggota Tim A masing2 mempersembahkan prestasi, dan putra-putri dari Papua sendiri juga turut menyumbang terhadap prestasi Indonesia, yaitu dengan diraihnya tiga medali perunggu dan satu predikat “Best Host Territory”. Berikut rincian nama-nama peserta dari Indonesia dan prestasi yang diraih: TIM A: | No | Nama Peserta | Asal Sekolah | Prestasi | Tingkat | | 1 | Muhammad Wildan Gifari | SMA Semesta, Semarang | Medali Emas + Best Observational | Senior | | 2 | Siti Fatima | SMAN 1 Sampang, Madura | Medali Perak + Best Observational | Senior | | 3 | Yahdi Isnu Miftahuddin | SMAN 1 Taliwang, NTB | Medali Perak + Best Observational | Senior | | 4 | Dedy Arianto Runting | SMAN 5 Palangkaraya | Medali Perunggu | Senior | | 5 | Ramadino Athaariq (peserta termuda, berusia 13 tahun) | Mentari Int’l School Jakarta | Medali Perunggu | Junior | | 6 | Lidya Pertiwi Suhandoko | SMPN 1 Blitar | Medali Perunggu | Junior | | 7 | Cliff Alvino Wijaya | SMP Karangturi Semarang | Medali Perunggu | Junior | TIM B: | No | Nama Peserta | Asal Sekolah | Prestasi | Tingkat | | 1 | Medlama Hendrik Lewu | SMAK BPK Penabur Gading Serpong | Medali Perunggu + Best host territory | Senior | | 2 | Mendi Weya | SMAN 1 Karubaga | Medali Perunggu | Senior | | 3 | Itha Yikwa | SMAN 1 Karubaga | Peserta | Senior | | 4 | Ramli Wanimbo | SMA YPPGI Karubaga | Peserta | Senior | | 5 | Erfince Wanimbo | SMPN Karubaga | Medali Perunggu | Junior | | 6 | Tower Bogum | SMP YPPGI Karubaga | Peserta | Junior | | 7 | Betty Angelina Kogoya | SMP YPPGI Karubaga | Peserta | Junior | | 8 | Echo Yikwa | SMPN 1 Karubaga | Peserta | Junior | Penutupan APAO ke VI dilakukan di Hotel Nawi Arigi (artinya: Kampung Halamanku Tercinta), Tolikara, oleh bapak Washintion Turnip, SH, MM, selaku pejabat Bupati Tolikara, dengan didampingi oleh Bapak Dr (HC) Jhon Tabo sebagai tokoh masyarakat yang menginisiasi Kabupaten Tolikara untuk menjadi tuan rumah APAO VI, Dr. Michael Gavrilov selaku Presiden APAO, Dr. Chatif Kunjaya selaku Representatif APAO untuk Indonesia serta Bapak Andi Juniarso SE, MM, selaku Executive Director Organizing Committee APAO. Sebagaimana saat pembukaan, penutupan APAO VI ditandai dengan membunyikan alat musik tifa (alat musik khas daerah Papua). Acara ini juga turut dihadiri oleh tim UKP4 (Unit Kerja Pengawasan dan Pengendalian Pengembangan dan Pembangunan) dari Jakarta, Ketua DPRD Tolikara, Kapolda Papua, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua, Tokoh Masyarakat, Kapolres Tolikara dan tamu undangan lainnya. Banyak pertanyaan mengapa Papua turut mengambil bagian pada Olimpiade tingkat Internasional seperti APAO. Ada keinginan untuk memberikan kesempatan kepada provinsi Papua untuk turut berpartisipasi didunia pendidikan, terlebih ditingkat Internasional, disamping kondisi alam yang sangat mendukung: langit yang bersih dan belum terkena polusi. Kabupaten Tolikara juga menjadi pilihan tempat, karena Kabupaten inilah yang pertama kali memberikan komitmen untuk mendukung sepenuhnya acara APAO 2010. Selain itu penyelenggaraan Olimpiade ini sendiri pun memberikan nilai positif untuk Kabupaten Tolikara dan seluruh tanah Papua seperti; 1) Merangsang minat belajar anak usia sekolah baik di Kabupaten Tolikara khususnya dan Papua umumnya, 2) Mengundang perhatian semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat agar memberikan ruang yang proposional terhadap pendidikan di Tolikara maupun seluruh tanah Papua, 3) Mendorong orang tua agar dapat menumbuhkan rasa kepedulian yang tinggi dan memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan pendidikan anak pada semua tingkatan. Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan dan dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara, beserta berbagai pihak yang turut mendukung kesuksesan acara ini, antara lain Kementerian Pendidikan Nasional, Departemen Luar Negeri, Dirjen Imigrasi, UKP4, Ganesha Astromedia ITB, Bandung, serta para dosen dan asisten dari Program Studi Astronomi ITB. |