|
Prestasi luar biasa telah diraih oleh putra-putri terbaik Indonesia dalam The Global Enterprise Challenge (GEC) 2009 dimana Tim Indonesia berhasil menjadi juara dunia dalam kompetisi tersebut dan Indonesia sekaligus menjadi negara Asia pertama yang memenangkan GEC sejak diluncurkan di Skotlandia pada tahun 2002.
 GEC 2009 sendiri telah berlangsung tanggal 22 -24 Juni 2009 di Glasgow, Skotlandia, dan diikuti oleh berbagai tim yang juga tersebar di seluruh dunia melalui beberapa “Mission Control Center”. Khusus Tim Indonesia dan Singapore, Jakarta menjadi salahsatu “Mission Control Center”, sehingga lokasi lomba bagi kedua tim tersebut dipusatkan di Hotel Atlet Century-Senayan, Jakarta. Central Mission Control GEC 2009 terdapat di Glasgow, Skotlandia dan diikuti oleh 15 Mission Control Center lainnya yang tersebar di pelbagai belahan dunia sesuai dengan keberadaan negara peserta bersangkutan. Tim Indonesia dan Singapore bergabung dalam satu Mission Control Center dan untuk GEC 2009, mission control kami dipusatkan di Hotel Atlet Century-Senayan, Jakarta. GEC 2009 tahun ini secara formal dibuka oleh Jim Mather, MSP, Minister for Enterprise, Energy and Tourism, the Scottish Government. Penyerahan piala bagi pemenang belum diberikan kepada tim GEC Indonesia karena memerlukan waktu pengiriman dari Skotlandia ke Indonesia piala akan diserahkan wakil Mr. Gordon McVie (GEC Creator & Convener) kepada Tim GEC Indonesia 2009. Mr. Gordon McVie sendiri menyampaikan ucapan selamat mereka lewat wacana electronic yang pesannyanya diputarkan pada saat penyerah piala GEC 2009 GEC adalah lomba inovasi dan entrepreneurial di antara kelompok para remaja usia 16-19 tahun, menggunakan teknologi internet dan menjangkau skala regional dan global. Tim-tim peserta dari seluruh dunia harus menjawab “challenge” atau persoalan yang diberikan oleh NASA dan disiarkan melalui internet dari Glasgow, Skotlandia. “Challenge” yang diberikan menuntut tim peserta merancang suatu prototipe dan rencana bisnis/marketing untuk suatu produk yang bisa dipasarkan secara komersial, demi mencapai suatu tujuan. Semua konsep, rancangan prototipe, rencana bisnis, serta rekaman presentasi (yang durasinya maksimum hanya 3 menit) harus diselesaikan dalam waktu yang sangat terbatas, yaitu dalam 24 jam sejak “challenge” diterima. Umumnya, tujuan ini berhubungan dengan suatu obyektif sosial atau yang terkait dengan masalah lingkungan. Tim Indonesia GEC 2009 tidak hanya berhenti pada pencapain kemenangan atas tantangan ini. Dengan mengadopsi prinip “Action Learning Journey” yaitu merealisasikan apa yang sudah dipresentasikan, maka Tim Indonesia GEC 2009 pada kesempatan penerimaan piala penghargaan ini, menawarkan suatu program yang bernama “GEC – Foster Parent”. Program ini mengajak mereka yang berminat untuk menjadi orang tua angkat dalam hal dukungan dana dan pengalaman untuk membuktikan bahwa rancangan atau prototype yang mereka buat memang layak jual. Tim Indonesia GEC 2009 memtuskan untuk bergerak lebih jauh dengan merealisasikan hasil kerja mereka dan belajar menjadi enterpreuner muda sesungguhnya. Untuk inilah program Foster Parent ini diperkenalkan. GEC dimulai tahun 2002, dan lahir dari satu kolaborasi internasional antara Ken Baker, saat itu adalah Chief Executive dari Enterprise New Zealand Trust, serta Gordon McVie, yang saat itu bersama Scottish Enterprise. Rancangan lomba adalah hasil ciptaan Ken Baker dan Russ Finnerty. Hingga saat ini telah diikuti oleh 5000 siswa peserta. |